Universitas Pekalongan (UNIKAL) terus menunjukkan komitmennya dalam pengembangan keilmuan hukum konstruksi melalui penyelenggaraan Seminar Internasional Magister Hukum Konstruksi. Kegiatan ini menjadi agenda akademik tahunan yang dirancang untuk memperkuat kapasitas dan daya saing mahasiswa dalam menghadapi tantangan sengketa konstruksi yang semakin kompleks di era pembangunan modern.
Seminar internasional kali ini mengangkat tema “Dispute Avoidance on ‘Expressed Term’ and ‘Implied Term’ in the Application of FIDIC Contract”. Tema tersebut dipilih untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai strategi pencegahan sengketa dalam kontrak konstruksi internasional, khususnya yang berbasis FIDIC Contract.
Rektor UNIKAL, Dr. Andi Kushermanto, S.E., M.M., menyampaikan bahwa penyelenggaraan seminar internasional merupakan bagian dari strategi penguatan kompetensi mahasiswa Magister Hukum Konstruksi. Menurutnya, UNIKAL secara konsisten mengadakan seminar dengan topik yang disesuaikan dengan kurikulum dan perkembangan terkini di bidang hukum konstruksi.
“Seminar internasional ini bersifat rutin setiap tahun dan menjadi sarana penguatan kompetensi serta kualifikasi mahasiswa Magister Hukum Konstruksi. Tema yang diangkat selalu berbeda dan diselaraskan dengan kurikulum yang kami terapkan,” ujar Andi Kushermanto saat ditemui di sela-sela kegiatan di Auditorium Universitas Pekalongan, Sabtu (13/12/2025).
Ia menambahkan, kehadiran para praktisi dan akademisi hukum konstruksi dari berbagai negara menjadi nilai strategis dalam kegiatan ini. Melalui forum ilmiah tersebut, mahasiswa tidak hanya memperoleh perspektif teoretis, tetapi juga wawasan praktis terkait penyelesaian sengketa konstruksi yang menuntut pendekatan multidisipliner.
Seminar internasional ini diikuti oleh lebih dari 100 peserta yang terdiri dari mahasiswa Magister Hukum Konstruksi UNIKAL serta peserta dari luar kampus. Kegiatan diselenggarakan secara hybrid dengan menghadirkan narasumber internasional baik secara langsung maupun daring. Salah satu pembicara yang hadir secara luring adalah Founder and Manager of AEH (United Kingdom), Asel El Housan. Sementara itu, narasumber lainnya bergabung secara daring dari berbagai negara, seperti Filipina, Cina, Inggris, dan Uni Emirat Arab.
Menurut Andi Kushermanto, seminar internasional ini merupakan yang kelima kalinya diselenggarakan oleh Program Magister Hukum Konstruksi UNIKAL. Dalam satu tahun, UNIKAL secara konsisten mengadakan dua seminar internasional, dan kegiatan serupa telah dijadwalkan kembali pada Mei mendatang. Konsistensi tersebut, lanjutnya, menjadi bukti keseriusan UNIKAL dalam menjaga mutu akademik sekaligus memperluas jejaring internasional.
Selain itu, penyelenggaraan seminar internasional juga sejalan dengan upaya internasionalisasi perguruan tinggi, terlebih setelah UNIKAL meraih status akreditasi unggul. Kegiatan internasional yang dilakukan tidak hanya terbatas pada seminar, tetapi juga mencakup penandatanganan kerja sama luar negeri serta implementasinya, seperti program student mobility dan partisipasi dosen serta mahasiswa dalam forum akademik internasional.
“Melalui kegiatan internasional ini, kami berharap mahasiswa mendapatkan pengalaman global dan wawasan baru. Hal ini sekaligus menjadi bagian dari upaya Magister Hukum Konstruksi UNIKAL dalam meraih dan mempertahankan akreditasi unggul,” pungkasnya.
Sebagai informasi, seminar internasional yang diselenggarakan UNIKAL ini turut dihadiri oleh Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Boby Ali Azhari beserta jajaran. Hadir pula President Society of Construction Law Indonesia (SCLI) sekaligus PADSK (Perkumpulan Ahli Dewan Sengketa Konstruksi/Institute of Dispute Board for Construction), Prof. Dr. Ir. Sarwono Hardjomuljadi, MT., MH., serta FIDIC Board Member periode 2025–2029 dan Vice President SCL Indonesia, Enni Moeliati Soetanto.